Bismillahirrahmanirrahim…

Hari ini akhirnya saya benar-benar mulai kehidupan kampus yang sebenarnya. Dengan kata lain, akan berangkat pagi pulang malam. Sejak balik ke Jepang belum efektif ngampus secara full. Masih selalu ada alasan untuk kabur dari perpustakaan dan “ngelab” dari rumah. Emangnya anak HI punya lab? Punya dong, lab kami adalah kehidupan sehari-hari di dunia nyata maupun maya. Absurd bin abstrak lah pokoknya ๐Ÿ˜€

Aktivitas ke kampus semester ini memang berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Sewaktu masih tinggal di Tokyo, saya hanya perlu total 50 menit untuk bisa sampai di kampus, door to door. Akses kereta pun mudah karena tiap 5 menit selalu ada. Namun, situasi sekarang berbeda. Saya bisa menghabiskan waktu 2 jam door to door tiap kali jalan. Tidak hanya kereta, saya juga harus naik bis dari rumah ke stasiun.

Kesan bahwa akses transportasi umum di Jepang selalu mudah dan banyak, barangkali hanya di Tokyo. Seperti yang saya alami di Saga dulu, di Ichihara, Chiba ini pun, pilihan transportasi umum sebanyak di Tokyo. Jumlah bis sedikit dan harga tiketnya mahal, lebih mahal dari tarif di Tokyo. Kereta untuk ke Tokyo lancar tapi interval kedatangan antar kereta kadang cukup jauh di jam tertentu. Makanya, kalau mau pergi, harus selalu cermat memperhatikan kesinambungan jadwal bis dan kereta agar tidak sampai kelamaan nunggu atau bengong di halte atau stasiun.

Seperti pernah saya bilang di blog yang lama, keterbatasan terkadang menguntungkan karena memaksa kita jadi pintar & kreatif. Sekarang, saya makin lengket sama yang namanya Jorudan, situs pencari rute kereta. Dari dulu selalu pakai ini, tapi kini makin sering lihat tiap kali akan bepergoan pakai kereta. Tidak hanya asal cari rute tercepat saja tetapi juga perlu mempertimbangkan harga tiket yang kenyataannya bisa beda jauh kalau salah naik.

20121005-161141.jpg

Untungnya, saya diberkahi dengan keberadaan orang-orang baik di sekeliling saya. Alhamdulillah, Sensei sangat baik dan memberi saya banyak (sampai kuadrat saking banyaknya) permakluman atas kondisi dan situasi saya saat ini. Bahkan dari dulu sih sebenarnya ^^. Selama libur musim panas, tidak ngoyo kejar setoran laporan progres thesis pun tak mengapa. Sekembalinya ke kampus, bakal jarang nongol di kampus pun, tak jadi soal asalkan progresnya tetap jalan :D. Alhamdulillah, minta izin tidak datang zemi (semacam seminar lab) pun langsung dikasih. Benar-benar terharu deh rasanya. Meski tetap lebih terharu dan bersyukur kalau ingat wajah suami yang selalu sabar & penuh tawa. Alhamdulillah, Allah menjodohkan saya dengan pria yang luar biasa sabar & mendukung kegiatan saya.

Jarak antara Tokyo dan Ichihara, Chiba tetaplah 80 km (lebih kurang segitu, tadi tidak bawa meteran sih jadi tidak tahu tepatnya), tidaklah berubah hanya karena saya menikah & pindah ke sana. Namun, kimochi tekini atau secara perasaan, jarak itu kini tak terasa jauh. Dulu, kalau sekedar bayangin saja, sepertinya memang bolak-balik ke kampus bakal bikin badan rontok. Apalagi kalau bawa buku-buku, makin enggan membayangkannya. Namun Alhamdulillah, setelah dilakoni ternyata tidak seberat itu. Alhamdulillah, otak masih tetap muter selama dalam perjalanan. To do list tidak lepas dari genggaman ataupun ingatan. Mau dapat tempat duduk ataupun berdiri, sebisa mungkin tetap belajar, tetap ngaji, tetap berpikir. Capek itu manusiawi, tapi bersabar dan bersyukur itu wajib dan lebih utama ketimbang mengeluh. Bismillah, besok-besok pun insyaAllah akan berusaha istiqomah semangat.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip salah satu ayat dalam Al Qur’an tentang menuntut ilmu. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan untuk terus belajar (terutama tentang Qur’an), baik di sekolah, di rumah, dalam perjalanan, dalam sibuk ataupung luang kita. Aamiiin.

ูŠูŽุฑู’ููŽุนู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat.” (Al-Mujaadilah:11)

Advertisements

4 thoughts on “Mendekatkan yang Jauh

  1. waw,……
    kemarin sempat bertanya2 dalam hati juga, kalo kak isti tinggal di chiba pasti jauh bgt yah dr kampus…

    keren bgt kak tulisannya……
    ๅฐ‘ใ—ใงใ‚‚ๅƒ•ใŒๅ…ƒๆฐ—ใ‚‚ใ‚‰ใ„ใพใ—ใŸใ€‚ใ€‚ใ€‚

    tetap nulis lagi yah kak…….!!!!
    hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s