Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga ke Tulip Festival di Sakura City, Chiba. Tahun lalu kami merencanakan pergi saat musimnya hampir berakhir. Saya cona telepon ke panitia acara ternyata tulipnya sebagian besar sudah dipangkas, tinggal 20-30%. Tahun ini Alhamdulillah sempat lihat foto yang diunggah oleh Sita. Jadi semangat untuk menyempatkan datang ke sana. Padahal aslinya hampir tiap akhir pekan padat acara ;D.

Lahan yang ditanami tulip sebenarnya tidak sebegitu luas. Namun untuk ukuran Tokyo & sekitarnya, sepertinya ini yang cukup menarik & besar. Di Showa Memorial Park juga ada tulip kalau tidak salah. Bedanya, di Sakura City ini ada windmill seperti di Belanda. Kalau cari jadwal acara lebih detail, mungkin sebaiknya datang pas ada acara yang ada tampilan budaya Belandanya. Bisa pinjam baju ala noni Belanda kalau beruntung. Bayar sih, tapi kalau minat ya lumayan lah daripada penasaran :)). Tadi saya lihat lumayan banyak anak-anak kecil memakai baju ala gadis Belanda. Ada acara lain juga seperti Kafe Belanda, kembang api & atraksi lainnya di hari tertentu.

Apa yang menarik dari Festival Tulip ini? Selain luasnya serta windmill seperti saya ceritakan di atas, tulip yang ditanam juga beragam warna & jenisnya. Acara ini sudah diadakan puluhan tahun dan sepertinya telah memiliki nilai jual tersendiri untuk Sakura City. Hal ini bisa dilihat dari cukup padatnya pengunjung yang saya lihat meski hari sudah sore & menjelang tutup. Tidak hanya penduduk lokal di Chiba, bahkan warga Tokyo pun jauh-jauh ke sana. Padahal butuh naik kereta & bis yang terhitung cukup jauh.

Nuansa pedesaan sangat kerasa. Apalagi di sebelah ladang yang ditanami tulip, ada danau yang cukup luas. Kami sempat melihat beberapa perahu biasa & perahu kano. Ada juga beberapa toko yang menjual oleh-oleh khas kota Sakura. Oleh-oleh berupa makanan rata-rata adalah sayuran hasil perkebunan lokal ataupun makanan olahannya. Kami sempat membeli sakura kanten alias agar-agar sakura serta jelly tomat. Alhamdulillah kami lihat bahan yang dipakai aman untuk muslim ^^. Kalau cindera mata non-makanan, rata-rata bernuansa Belanda. Ada sih gantungan kunci dengan maskot Chiba, tetapi entah kenapa kok tidak membuat tertarik :D. Oya, pengunjung juga bisa membeli tulip seharga 500¥ untuk 10 batang. Jenis tulip dalam satu paket sudah diacak & disiapkan oleh panitianya sehingga tidak perlu milih perbatang. Lumayan, tadi dikasih bonus 2 batang ^^.

Selain tulip di musim semi, Sakura Furusato Hiroba yang dijadikan ladang tulip ini juga akan dijadikan ladang bunga matahari di awal musim panas. Waaaa (pakai a lebih panjang lagi), sepertinya harus mengajukan proposal jalan-jalan lagi ke suami untuk bulan Juli nanti.

Parkiran yang tersedia juga cukup luas & penuh. Meski harus membayar 500¥ sebagai biaya parkir tetapi itu sepadan ketimbang harus jalan kaki 30 kaki atau naik bis khusus yang terjadwal tetapi jarang dari stasiun terdekat. Apalagi di Chiba, mobil sangat lazim & banyak.

Festival Tulil di Sakura City ini memang tidak sebanding dengan tulip di Huis Ten Bosch di Nagasaki yang satu area luas itu dibuat seperti Negeri Belanda sungguhan. Namun lumayan untuk ukuran Chiba maupun Tokyo. Setidaknya jadi obat kangen bagi saya pribadi. Bagi yang ingin tahu info tentang Sakura City, bisa dilihat di sini.sini.

20140420-005135.jpg

20140420-005112.jpg

Advertisements

6 thoughts on “Festival Tulip di Sakura, Chiba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s