Ceritanya, tanggal 3 Juni kemarin saya mengantar Nuh periksa perkembangan bayi berkala. Kalau di Jepang, periksa perkembangan tidak tiap bulan seperti Posyandu. Di Jepang, pemeriksaan perkembangan dilakukan sekali dalam 2-3 bulan di usia pertama. Lalu 2 kali setahun hingga usia kedua. Ternyata tidak berhenti di situ saja karena selanjutnya masih ada pemeriksaan setahun sekali sampai usia 6 tahun. Semua bisa dilihat di dalam boshi techou, buku panduan untuk ibu dan anak atau semacam Kartu Menuju Sehat (KMS) di Indonesia.

Boshi techou dimiliki oleh ibu sejak dia hamil dan melaporkan kehamilannya ke kantor pemerintahan daerah (shiyakusho, kuyakusho). Dalam boshi techou ini ada beragam info seputar kehamilan, perkembangan janin & anak hingga pengasuhan anak. Data diri dan perkembangan anak ditulis di dalamnya sedari dia lahir hingga beranjak remaja. Kenapa saya bilang hingga beranjak dewasa? Karena di dalamnya ada grafik perkembangan berdasar berat dan tinggi badan hingga usia 18 tahun serta lembar vaksinasi termasuk untuk booster.

Buku panduan ini kecil tapi berbobot. Saya belajar banyak dari buku ini mulai dari pemantauan kesehatan selama hamil hingga parameter perkembangan anak berdasar kelompok usianya. Buku ini memuat grafik perkembangan berdasar berat dan tinggi badan, data diri anak saat lahir, daftar parameter untuk mengecek perkembangan berdasar kelompok usia tertentu, kolom vaksinasi dan lain sebagainya. Bahkan ada bagan lucu berisi momentum berharga dalam tiap tahapan perkembangan anak dari lahir hingga remaja. Selain boshi techou ini, pemerintah Jepang juga memberikan satu buku lain berisi beberapa kupon gratis yang bisa dipakai untuk periksa kehamilan maupun perkembangan anak. Oya, boshi techou ini dicetak lokal per kota jadi sepertinya penampilan bukunya juga beda-beda tiap daerah. Tentang kupon gratisnga pun, saya kurang tahu apakah sama sistemnya atau tidak. Yang pasti, saya sangat terbantu dengana adanya dua buku ini, terutama kupon gratisannya karena saya tetap bisa merasakan pelayanan maksimal dengan harga minimal. Kebetulan saya selalu periksa di RS besar yang jadi rujukan di daerah saya tinggal. Tentu saja harga tiap kali periksa lumayan tinggi, tapi layanannya lumayan lengkap seperti fasilitas USG 3D & 4D plus konsultasi dokter sepuasnya di tiap pemeriksaan. Dengar-dengar, tidak semua RS atau klinik bisa konsultasi dengan dokternya secara langsung tiap pemeriksaaan.

Berikut tampilan boshi techou saya:

20140605-100429.jpg

20140605-100437.jpg

Sedikit kembali ke pemeriksaan anak saya tempo hari, saya sangat bersyukur dengan perkembangannya yang bagus. Berat dan tinggi badannya dalam kisaran normal berdasar usianya. Perkembangan motorik, respon serta kemampuan memahami komunikasi dengan orang dewasa juga dinilai bagus. Bahkan, dokternya sempat kaget ketika saya bilang dia sudah mampu berdiri sendiri tanpa pegangan. Untuk kelompok usia 10 bulan, parameternya memang baru sampai berdiri sambil pegangan saja. Makanya dokternya menyarankan untuk sabar menunggu sampai kakinya menapak dengan benar-benar kuat dulu, baru beranjak ke pembelajaran jalan. Jalan yang dimaksud di sini adalah menapakkan kaki ke depan, bukan ke samping sambil pegangan atau rambatan.

Ternyata, baru satu hari dibilang seperti itu, kemarin seharian Nuh beberapa kali mencoba berjalan ke muka sendiri. Iya, sendiri, tanpa bantuan saya, tanpa pegangan sama sekali. Awalnya hanya satu langkah. Lalu semalam sempat tiga langkah tanpa jatuh. Alhamdulillah, Nuh dari awal belajar duduk hingga berdiri, cukup paham dengan kebutuhan dan kondisinya sendiri. Jadi ketika dia berdiri lalu merasa tidak seimbang, biasanya akan pelan-pelan cari pegangan atau duduk. Alhamdulillah ‘alaa kulli hal. Saya sebenarnya sudah pasrah saja kapan dia mau mulai belajar jalan. Saya tidak pakai babywalker dan termasuk jarang menetahnya karena memang saya ingin dia bisa berjalan karena otot kakinya sudah mampu dan dia ingin berjalan. Bukan karena saya atau suami ingin dia segera bisa berjalan. Sayangnya, kemarin tidak sempat mengabadikan dalam foto ataupun video. Hoho, jadi beginilah rasanya melihat anak mulai mampu berjalan sendiri. Bahagianya tak bisa terwakili dengan berapa ribu huruf pun ^^. Alhamdulillah ‘alaa kulli hal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s