Bersyukurlah jika engkau kuat, dalam hal fisik ataupun mental. Namun jangan kau remehkan orang lain yang kau anggap lemah dengan tolak ukur kaca matamu saja.

Bersyukurlah jika engkau pemberani. Berani bersikap, berani bersuara, berani menghadapi tantangan. Namun jangan cemooh orang yang tampak hati-hati atau ragu dalam langkahnya karena tak seorang pun tahu apa yang sebenarnya tersimpan dalam hatinya.

Bersyukurlah bahwa engkau pintar dan cerdas. Masalah apapun bagimu kecil dan mudah karena kau yakin akan bisa mengatasinya dengan cara terbaik. Namun jangan lupa semua kecerdasan dan kepintaran hanyalah pinjaman cahaya dari Allah yang kelak akan kau pertanggungjawabkan.

Bersyukurlah bahwa hidupmu penuh kemudahan. Namun jangan jadi jumawa dan menggampangkan semua hal. Bisa jadi semua itu terjadi karena ada suara-suara tak terdengar yang berbisik lirih memohonkan hal hebat untukmu kepada Allah.

Bersyukurlah jika engkau mampu melewati sesuatu dengan keberhasilan gemilang. Bolehlah berbangga tapi jangan merasa paling hebat. Bisa jadi di luar sana, sangat banyak yang lebih unggul di atas kemampuanmu.

Bersyukurlah jika engkau orang yang berkecukupan. Namun jangan kau hanya hamburkan untuk mengejar kepuasan duniawi semata. Hartamu hanyalah titipan yang kelak akan kau pertanggungjawabkan.

Bersyukurlah jika engkau tahu akan suatu ilmu. Namun jangan merasa paling tahu ataupun tahu segalanya. Lebih dulu tahu pun, bukan berarti paling tahu akan sesuatu.

Bersyukurlah jika engkau merasa kaya akan wawasan, kebijaksanaan, maupun nasehat. Namun, jangan kau paksa orang lain untuk percaya atau mengikuti langkahmu. Menebar ide dan kebaikan itu bagus, tapi jangan paksakan orang untuk menerima semua itu.

Bersyukurlah bahwa engkau orang yang teguh pendirian dan berkemauan kuat. Namun jangan kau paksakan orang lain untuk tunduk pada apa yang kau mau dan rencanakan.

Jangan kau menunjuk orang lain tidak menghargaimu, sebelum kau bisa menghargai orang lain dengan segala kekurangannya. Menyanjung dan menghargai kelebihan itu hal biasa, tapi menghargai dan memaklumi kelemahan orang lain itu bijaksana.

Hidup dan peran yang kita jalani seperti layaknya sepatu. Sepatuku barangkali tidak sama ukuran denganmu. Model kita suka pun barangkali tidak serupa. Aku mungkin bisa meminjam sepatumu, begitu pula denganmu. Namun, perjalanan terbaik adalah melangkah dalam sepatu kita masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s