Pernahkah terfikir dalam benak kita, seandainya sedetik setelah ini Allah mencabut nyawa kita? Kira-kira, siapa yang bakal paling merindukan kita?

Atau sebaliknya, pernahkah membayangkan tiba-tiba orang yang kita sayangi dipanggil oleh Sang Pemilik Semesta? Mendadak, tanpa sakit berkepanjangan, tanpa sebab yang besar, tanpa melewati usianya masih muda?

Waktu terus berjalan, tak bisa dimundurkan, tak bisa dipercepat, tak bisa diperlambat. Waktu yang tersedia untuk diri kita masing-masing adalah usia hidup kita yang tentunya hanya Allah yang tahu.

Terkadang, orang berkata,”Udah kasih dia aja duluan, udah tua ini…, siapa tahu ini kesempatan terakhirnya.” Padahal, ajal tidak memilih usia saat dia datang. Makanya mungkin orang-orang bijak dulu berkata, “Hormati yang tua, sayangi yang muda.” Anggap semua hal hanya sekali dalam hidup kita, anggap kesempatan hanya saat ini, bagi kita maupun bagi orang lain. Maka semestinya tidak ada keegoisan yang mencuat untuk memenangkan keinginan pribadi tapi justru kasih sesama manusia dengan menghargai keberadaannya, tua maupun muda.

—–
Ichihara, 11 Juni 2014
Karena manusia tempatnya lupa,
Maka aku menulisnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s