20140626-133544.jpg

Aha, akhirnya bayi saya sudah berhasil manjat meja kecil kami. Ini upaya ketiga yang akhirnya berhasil. Dua hari sebelumnya sempat mencoba naik tapi salah satu kakinya “ketinggalan” hingga akhirnya teriak minta ditolong :D. Kok saya senang anak saya akhirnya bisa panjat-panjat? Iya, Alhamdulillah, saya bersyukur bayi saya sehat & gesit. Meski kadang saya terpaksa jadi sarana halang-rintang baginya. Bahkan saat ada suami saya pun, anak saya memilih “memanjat” saya yang berujung pada tendangan atau tabokan tanpa sengaja. Kalau sudah seperti itu, biasanya diikuti tendangan lain sampai kadang berpikir ini koneksinya kuat banget ya :)). Kalau dicermati, dari mulai bisa guling-guling dan merangkak, indikasi bahwa anak saya bakal doyan gerak sana-sini makin terlihat. Dulu juga entah kenapa lebih suka anak yang gesit & aktif. Dari belum punya anak pun, saya suka banget kalau lihat keluarga yang “biarin” anaknya main lumpur atau hujan-hujanan dalam rangka proses belajar, bukan sekedar main-main.

Balik ke perkembangan anak saya, Alhamdulillah dia sudah mulai bisa berjalan meski masih pelan-pelan dan langkahnya bisa dihitung dengan jari tangan di usianya yang belum genap sebelas bulan. Rasa ingin tahunya sangat besar sampai hampir semua sudut di rumah sudah habis dia jelajahi. Tak jarang kami menemukan dia nyempil di pojokan dengan muka memelas minta ditolong tapi tidak menangis. Rak kami sudah tidak ada yang “selamat” dan kadang sampai harus berebut dengannya untuk beres-beres. Tidak jarang, saya baru selesai membereskan satu titik, dalam hitungan detik sudah didatangi dan diacak-acak lagi. Ya sudahlah, biarkan saja dulu sampai dia puas. Terkadang, polah dia seperti itu hanya untuk “menggoda” saya karena kalau saya ganti melakukan hal lain, otomatis dia bakal ikut nimbrung ke tempat saya berada.

Capek? Iya. Rumah berantakan? Pasti. Tapi saya senang karena dia tumbuh dengan sehat. Anak saya memang saya bebaskan bergerak, tapi bukan tanpa pengawasan dan penjagaan. Orang mungkin akan bilang, iya kalau di Jepang lantainya dari tatami jadi kalau jatuh masih lebih aman ketimbang ubin di Indonesia. Namun menurut saya, itu tidak bisa sepenuhnya jadi penghalang sih. Saya yakin meski berlantai ubin pun, akan ada cara untuk mengakomodir keinginan anak untuk bergerak bebas. Tinggal orang tuanya saja mau ambil sikap seperti apa. Anak saya memang saya biarkan beraktifitas sesukanya, tetapi tidak jadi “liar” karena di setiap proses selalu disertai penjelasan dan bimbingan. Kalau harus dilarang, larang. Namun disertai penjelasan kenapa dilarang dan hal lain apa yang lebih baik dilakukan sebagai gantinya. Memangnya anak umur sebelas bulan sudah paham? Paham atau belum paham, tidak jadi masalah karena itu juga proses pembelajaran bagi orang tua dan anak untuk saling berkomunikasi. Saya sangsi bahwa saya ujug-ujug (tiba-tiba) mampu jadi bijak saat harus bicara serius pada anak saya kelak, jadi mending saya berlatih dari sekarang :D.

Catatan saya perihal perkembangan anak kali ini adalah bahwa tiap anak mempunyai karakter dan potensi bakat yang berbeda. Dalam menghadapinya, tidak bisa dipukul rata dengan cara yang sama. Tentu saja ada nilai-nilai dasar yang sama yang akan diberikan kepada anak-anak, tetapi hal teknis dalam menghadapi mereka bisa jadi berbeda-beda. Adil itu bukan memberikan semua hal sama rata, tetapi memberikan hal sesuai tingkat usia dan kebutuhannya. Untuk anak saya ini, barangkali tipe pembebasan dengan kepercayaan dan pengawasan masih cocok. Alhamdulillah anaknya cukup nurut kalau dikasih tahu atau diajari asalkan dengan cara yang lembut. Masih banyak yang harus kami pelajari. Satu hal yang pasti, apa yang berlaku dalam suatu keluarga belum tentu pas atau cocok untuk diberlakukan di keluarga yang lain. Jadi, silakan kasih saran dan nasehat, tetapi jangan memaksa ^^. No offense.

Ichihara, 26 Juni 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s