Kejadian beberapa hari terakhir, lagi bareng suami mengamati anak kami yang lagi bermain.

Kejadian 1
Suami: Tadi aku ulurin tangan, mau netah dia. Tapi dia ga mau dong.
Saya: Ditampik kan?
Suami: Iya, langsung kayak suruh minggir gitu tangannya.
Saya: šŸ˜€ Udah dari awal mulai jalan kaliiiii… Dia itu dari mulai belajar jalan, masih sempoyongan aja, ga mau dibantu :p
Suami: šŸ˜®

Kejadian 2
Saya: Masya Allah, dah tambah tinggi banget ya dia. Lihat tuh (tinggi) matanya sudah di atas batas atas rak buku.
Suami: Lah, kan dah dari kemarin-kemarin matanya lebih tinggi dari batas rak.
Saya: Maksudnya, makin tinggi. Lebih tinggi dari kemarin-kemarin. Kayaknya hidungnya aja dah sama ama tinggi raknya.
Suami: Belum setinggi itu deh kayaknya.
Saya: Sama aja, yang jelas dia sekarang makin tinggi… Cepet banget ya?
Suami: Ke mana aja?! Kamu tuh mau sampai kapan takjub ama (pertambahan) tinggi dia? Kan dah dibilangin dia sekarang keliatan tinggi.
Saya: >_______< (dalam hati: iya, ke mana aja? 24 jam bareng si bayi tapi kadang masih belum bisa terima dia sudah makin tinggi)

Begitulah, waktu memang sangat cepat berlalu. Meski 24 jam bareng dengan si bayi, tapi tetap saja saya masih suka terbengong-bengong dengan tumbuh kembangnya. Seperti kemarin ketika dia berhasil menyusun sendiri kardus-kardus untuk dipanjat, mulai dari menggeser hingga menggulingkannya dia lakukan sendiri tanpa arahan dari saya. Lalu dipanjatnya kardus yang tingginya berbeda itu dengan lincah, seolah tanpa lelah, dan tetap hati-hati. Batin saya,"Haha, tinggal tunggu dia lari nih." Namun kenyataannya, saya sendiri yang tetap merasa kaget bahwa dia makin pintar. Barangkali itulah nikmatnya merawat dan mengasuh anak, akan selalu ada kejutan yang bikin kita terharu dan makin bersyukur. Ditambah lagi, anak kami ini tipe yang cepat paham dari hanya melihat atau mengamati sekitarnya. Jadi kadang merasa tidak secara langsung mengajari tapi dia tahu-tahu bisa sendiri. Kalau kata suami, model yang my pace banget dan tidak mau diatur-atur, kayak saya :p. Alhamdulillaah ‘alaa kulli hal.

Masya Allah, saya melihat makin banyak kepintaran dan kemampuan yang bisa dia lakukan. Sungguh betapa luar biasanya Allah menciptakan makhluk-Nya. Tiada cela di dalam ciptaan-Nya. Inilah yang membuat saya tidak akan pernah kehilangan rasa takjub ketika melihat tiap tahapan perkembangan dalam hidup saya dan keluarga saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s