Alhamdulillah alladzi bini’matihi tatimus sholihat. Tidak lah ada perasaan lain selain rasa syukur yang mengungguli atas beragam rasa yang berkecamuk di dada. Syukur tiada habisnya atas lahirnya amanah kedua dalam keluarga kecil kami. Bayi perempuan mungil itu kini benar-benar hadir di tengah dekapan kami, Maryam Megumi Nurlatifah.

Adalah Maryam, nama yang kami pilihkan untuknya dengan segala pengharapan agar kelak dia bisa meneladani kisah Maryam binti Imran, ibunda dari Nabi Isa AS. Perempuan yang taat, terjaga kehormatannya, kuat, dan terpilih sebagai hamba yang dikasihi Rabb-nya.

Bagi kami dia adalah rezeki yang luar biasa. Di kala orang bertanya-tanya kenapa kami berani sekali menambah anak di kala anak pertama kami masih belum berumur setahun, kami berjuang keras menepis segala kekhawatiran. Ini adalah rezeki dari Allah, bukan beban. Ternyata mengubah sudut pandang akan sangat mempengaruhi setiap langkah menyambut kehadirannya. Karena dia adalah rezeki yang patut disyukuri maka kami bergemberia menyambutnya. Berapa banyak pasangan yang mendamba keturunan setelah sekian lama menikah, sedangkan kami dalam masa kurang dari dua tahun menikah justru diberi kemudahan memperoleh dua qurrota a’yun (Insyaa Allah, aamiin). Dia adalah rezeki yang dalam proses kehadirannya menghadirkan banyak ketakjuban dan rasa syukur atas penjagaan, kemudahan, kelancaran, dan rahmat dari Allah. Dia yang membawa rezeki dengan izin Allah, memudahkan ibunya dengan kehamilan yang tidak menyusahkan. Dia yang mungil atas izin Allah memperoleh kemudahan dan kelancaran dalam proses kelahirannya. Karenanya, kami sematkan Megumi yang berarti blessing atau rezeki sebagai nama tengahnya.

Nama adalah do’a dan pengharapan dari orang tua. Bagi saya pribadi, nama juga cerminan dari proses penerimaan dari orang tua atas kehadiran sang anak. Bayi mungil ini sejak dalam kandungan senantiasa bergerak lembut dan menenangkan. Berapa kali dia diajak bercapek-capek oleh ibunya, tetapi tetap anteng dan tidak banyak protes. Janin yang sejak dia hadir di dalam rahim ibunya mendatangkan suasana untuk berlemah-lembut. Bahkan di saat menjelang lahir pun, gerakannya tetap lembut dan tidak menyakitkan. Maka kami menambahkan Nurlatifah sebagai nama belakangnya. Jadilah perempuan yang bercahaya dan lemah lembut, wahai putriku.

Dengan segala rasa syukur, kebahagiaan, dan kelegaan, kami berikan dia do’a kami dalam Maryam Megumi Nurlatifah. Semoga Allah mengabulkan do’a-do’a kami dan menjadikannya sebenar-benarnya qurrota a’yun yang sholihah. Aamiin.

20140806-125441-46481591.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s