Ada yang suka menasehati, tapi lupa menerapkan pada diri sendiri.

Ada yang gemar memberi, tapi lupa mengendalikan lisan agar tidak menyakiti.

Ada yang suka berbagi, tapi lupa menjaga hati untuk tidak riya’.

Ada yang gemar mengoreksi kesalahan orang, tapi lupa menghisab dosa sendiri.

Ada yang tampak tertawa tanpa beban padahal banyak luka harus terlewati.

Ada yang tersenyum seolah tanpa masalah padahal ada resah yang tersimpan rapat-rapat. 

Ada yang tertimpa musibah tapi bisa tabah.

Ada yang terluka tapi bisa memaafkan.

Keberhasilan atau kebaikan bukan untuk dipamerkan.

Kegagalan dan duka bukan untuk diumbar.

Ini bukan tentang wajah bermuka dua tetapi tempat mengadu yang mutlak hanya satu.

Yang makhluk tak perlu tahu, biarkan hanya Rabb yang tahu.

Nasehat yang tulus akan bermakna jika disampaikan dengan cara ma’ruf.

Nasehat yang ikhlas karena Allah tidak akan menghadirkan kecewa meski ada penolakan. 

Nasehat yang santun tidak akan mempermalukan ataupun menyakiti.

Nasehat yang bijak tidak akan merasa paling benar sendiri. 

Karena nasehat bukan paksaan. 

Tiap manusia memiliki takdirnya masing-masing. 

Serupa belum tentu sama.

Sewarna belum tentu serasa.

Senada belum tentu seirama.

Bila inginkan kebaikan menaungi hidup orang lain, do’akan. 
Live your life, your own life.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s