Foto di atas adalah pesan yang saya terima hampir sebulan lalu. Inti isinya adalah saya harus menghubungi nomor tertentu karena telah melanggar aturan dengan menonton video dewasa dari smart phone saya. Ketika menerima tentu saja awalnya kaget. Apalagi e-mail versi mobile phone saya termasuk jarang menerima spam. Ditambah lagi saat itu saya baru saja selesai nonton beberapa video via youtube. 

“Ini seriusan ga sih?”, terbersit tanya dengan sedikit khawatir. Kalau dirunut, beberapa jam sebelumnya saya memang buka youtube untuk nonton Detective Conan, video masak, & kajian Ustadz Syafiq Reza Basalamah. Bagian mana yang dianggap dewasa? Kalau saya tidak salah tangkap sih yang dimaksud “video dewasa” itu biasanya yang isinya pornografi. Saya sempat khawatir jangan-jangan video kajian yang terakhir saya lihat dianggap “dewasa” atau “bukan biasa” karena menyangkut Islam. 

Alhamdulillah kebingungan tidak berlangsung lama karena saya berusaha mikir dengan tenang. Berhubung sms suami tidak juga dijawab karena kepasan jam kerja, jadi coba cari tahu kejelasannya sendiri. Pertama, e-mail handphone saya kan tidak pernah dipakai yang kaitannya dengan youtube ataupun urusan lain yang berhubungan dengan kontrak penggunaan internet. Jadi, seharusnya siapapun pengirim itu tidak akan tahu saya nonton apa di youtube. Kedua, rasanya aneh saya yang harus telpon. Kalau memang saya salah, kenapa tidak langsung ditelpon oleh mereka. Ketiga, saya teringat obrolan dengan suami tentang sagi/penipuan (gara-gara nonton Conan juga ini >:D) dan rasa-rasanya ini ada kemungkinan penipuan ataupun spam. 

Setelah beberapa menit, saya coba salin pesan tadi di Google dan keluarlah blog yang membahas tentang pesan semacam ini. Ternyata ini memang modus penipuan dan ada banyak modelnya tapi rata-rata sama persis bahasanya. Bahkan di bagian akhir ada daftar nomor telepon yang pernah dilaporkan oleh berbagai pihak sebagai nomor kontak si penipu. 

 Sumber blog dari sini. 

Alhamdulillah, dapat pengalaman seperti ini pasti ada hikmahnya. Selama kita yakin tidak melakukan kesalahan, in syaa Allah akan tetap bisa berpikir jernih untuk mencari kejelasan. Panik tidak ada gunanya. Dicuekin aslinya bisa saja sih, toh saya yakin saya tidak melakukan hal yang aneh ataupun salah. Namun, menurut saya ada gunanya juga mencari tahu informasi kejelasannya sebagai bekal pengalaman. Akhirnya saya ikut menambahkan juga nomor kontak yang tertera di pesan sebagai nomor penipu. 

Ini salah satu yang saya sukai tentang Jepang, ada saja blog yang membahas sesuatu bahkan kadang sampai detail padahal kadang hal tersebut hanyalah hal remeh-temeh. Makanya saya di rumah hobi internetan karena bisa baca macam-macam untuk belajar mendidik anak, masak, dan lain-lain dari artikel Jepang. Penggunaan internet secara bijak bisa untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Sambil masak bisa nyambi mendengarkan kajian Islam. Ada banyak video berisi tausiyah menarik. Bahkan kalau mau bisa belajar Bahasa Arab juga dari youtube. Nah kalau yakin yang ditonton yang positif negitu sih, in syaa Allah tidak perlu panik dapat kiriman spam penipuan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s