そろそろ帰国する予定で、ワクワクなの?それとも、悲しい?嬉しい?寂しくなる?イヤがる?楽しい?ドキドキする?答えは複雑だよ。

Tinggal beberapa hari lagi kami sekeluarga akan meninggalkan Jepang.  Kadang ada pertanyaan yang datang, “Gimana rasanya mau back for good?” Saya biasanya susah menjelaskan karena memang susah dijelaskan. Tapi setelah saya fikir, “Rasanya belum kayak mau pulang”. Belum kayak mau pulang. Bukan “tidak ingin pulang”. Bagi saya itu beda. Terutama dalam hal persiapan. 
Dulu, saat homestay AFS, seminar yang hanya dua pekan maupun setahun di Saga, ada perasaan enggan menghadapi hari terakhir di Jepang. Hari-hari terakhir sibuk menemui banyak kenalan sambil bawa stok tissue karena kadang bakal mewek sampai mata bengkak. Lebay? Berlebihan? Whatever you wanna say but people who ever struggled to come to Japan with their own effort will understand, I guess. People whose falling in love with Japan will understand too, I guess

Jepang bagi saya adalah keberuntungan yang datang berkali-kali. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmusholihat, berulang kali meminta “berjodoh” kembali ke Jepang dan saya dapat jalannya. Kali ini saya “bablas” dari kuliah lanjut menemani suami. Namun bagi saya Jepang bukan sekedar tempat “karena ngikut suami”. Jepang pada awalnya adalah pilihan yang saya perjuangkan dengan banyak pertimbangan. Qodarullah saya ketemu suami di sini dan memutuskan fokus mengurus anak-anak di rumah ketimbang mencoba lanjut S3. 

Dulunya, kalaupun tidak ketemu suami di sini, saya berencana bagaimana caranya tinggal lebih lama melalui lanjut sekolah lagi dan sebagainya. Namun, Allah ‘Azza wa Jalla punya ketentuan lain dan itu pasti terbaik untuk hidup saya. Jadi, kalau ditanya apakah saya sedih? Untuk beberapa alasan iya, tidak bisa dipungkiri dan menurut saya itu manusiawi. Namun sekarang saya menghadapinya dengan pandangan berbeda, in syaa Allah dengan keyakinan yang lebih pada qodarullah. 

Jadi, balik lagi ke pertanyaan “Gimana rasanya?” Jawaban saya tetap sama, tidak bisa dijelaskan. Orang Jepang akan berkata fukuzatsu, complicated. Iya, karena memang rasanya complicated. Ini seperti romantisme perjalanan cinta (halah!), kadang sebel tapi bakal makin jatuh cinta lagi (pada yang sudah Halal tentunya ya). Kalau dulu prinsipnya, siap tidak siap pasti harus kembali ke tanah air dan menghadapi kenyataan & tantangan apapun itu (waktu itu sih langsung dihadang oleh ujian sekolah, ujian kuliah ataupun skripsi yang kadang “nyebelin-nyebelin gimana gitu”) karena memang jatah waktu tinggalnya sudah habis. Kalau sekarang, apapun yang terjadi adalah ketentuan Allah jadi harus berusaha ikhlas dan tawakal menjalani apapun itu. Jadi, rasanya beda ^^. Tidak mau berandai-andai “kalau tahu ini bakal begitu”,”kalau bisa lebih lama bakal begini”, “kalau tidak begitu bisa dapat yang bukan ini”, dan sebagainya. Qodarulla wa maa-syaa-a fa’alaa, Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya. 
Catatan: tulisan ini dibuat bukan karena enggan pulang. Justru karena ingin sepenuhnya mendukung langkah suami, saya optimis dengan pilihan pulang. Saya hanya berusaha menutup chapter Jepang kali ini dengan catatan sebagai pengingat di masa depan, sama seperti blog saya yang dulu-dulu (yang tutup lapak karena domainnya berubah jadi “pasar”). 

Advertisements

2 thoughts on ““Gimana Rasanya Mau Pulang?”

  1. Okaerinasai mbak isti n kluarga, smg diberi kemudahan dan sll dilimpahi rahmat dan kebahagiaan 🙂

    Kpn mbak sampe indonesia lg?
    *blm sempat kususul udah balik aja mbak hehe*

    1. Tgl 2 Juli in syaa Allah mendarat di Surabaya dulu. Abis lebaran rencananya ngendon di Gunungkidul beberapa pekan إن شاءالله . Mungkin, giliran kamu buat ke sini Ocha… Biar isinya Jepang ganti suasana. Kan ga serunya kalau isinya aku lagi, aku lagi (apalah iniii?!). Do’ain lancar ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s