We are doing fine. Kiddos are in their best condition. Getting tanned a little bit, but we enjoy it. I miss my oven and  previous messy kitchen in Chiba so much. The place where I could do anything I want without any doubt. Here, I tried my best to keep practicing, to keep cooking (snacks especially) for my kiddos. Kiddos are getting smarter day by day. Our big N became little assistant at kitchen recently. Little miss M always follow her brother then copy his action. 

I am not a perfect wife or mother, but I will try my best for pursuing our dreams and happiness. I do not want to be perfectionist either ^^. 
 

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimmushsholihat… Segala puji bagi Allah ‘azza wa jalla yang menyempurnakan semua nikmat. Hampir dua bulan di Indonesia dan sejauh yang saya pribadi rasakan saya lebih santai ketimbang kepulangan dari Jepang tahun 2008. Soalnya kalau pas pulang dari Saga dulu, langsung dihadapkan pada skripsi dan tuntutan segera lulus. Padahal masih berada di batas aman masa studi normal, tapi ya begitulah demi sesuatu terutama demi menyenangkan hati orang tua. Kalau sekarang, saya sudah belajar dari pengalaman dan lebih siap. 

Pindah demi memulai sesuatu yang baru, butuh banyak persiapan tentunya. Meskipun yang akan mengalami banyak perubahan adalah aktifitas suami tapi peran saya sebagai istri tentunya juga terpengaruh dan berpengaruh. Saya berusaha mengembalikan “pace” saya sesuai kebiasaan saya, be productive no matter how little the result. Banyak yang harus disesuikan kembali, hanya masalah pengelolaan emosi dan waktu. Bukankah hidup adalah penyesuaian secara terus-menerus? Bahkan dengan diri kita sendiri pun akan butuh penyesuaian.

Dari sekian banyak hal yang terjadi, saya alami sendiri, lihat, dengar, baca ataupun sekilas tahu ada beberapa yang ingin saya garis bawahi untuk diri saya sendiri:

  • Keterbatasan jangan jadikan penghalang untuk berkembang. Misalnya, saya sekarang di rumah orang tua saya di mana tidak ada oven listrik tapi saya tetap ingin baking. Pakai sarannya Ibu saja, coba pakai panci stainless steel merk Bima buat manggang. Ada oven gas sih tapi saya terlalu malas mengeluarkan dari gudang. Masalah klasik! Dengan segala keterbatasan ini, saya malah lebih kreatif dan tetap bisa bikin macam-macam roti dan kue untuk bayi N. 
  • Syukur melipatgandakan nikmat.
  • Alat tidak menjamin keberhasilan. Cara yang benar, ketelatenan, dan kesabaran lah yang akan membantu mencapai keberhasilan. Kalau saya tambah mood yang bagus sih dan no pressure :D. Even you have the most expensive oven microwave, it can’t help you to be the best chef in baking instantly except you push yourself to keep trying and practicing.
  • Berhadapan dengan orang perfectionist  itu menyebalkan. Indeed! 
  • Tahu sesuatu belum tentu jadi yang paling tahu segalanya. Jadi bicara itu pakai taktik dan tidak asal semua dikeluarkan. Bisa jadi lawan bicara sebenarnya sudah tahu atau bahkan lebih tahu, tapi mereka menahan diri. Berhadapan dengan orang yang erasou (sok pintar) macam itu, rasanya … (Isi sendiri). 
  • Setiap ibu adalah terbaik bagi anak-anaknya. You may do better than other woman, but still you can’t expect nor push other mothers to do the same as you do to their children. 

  
  
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s