Maafkan jika tulisan dan foto tidak akan benar-benar ada hubungannya :D. Itu baju barunya Dedek M, jahitan tangan saya untuk ke sekian kalinya. Meski ke sekian kali, tetapi masih tetap berantakan. Yang beda kali ini, saya memakai french seam alias stik balik hampir di seluruh bagian. Ribet? Ternyata tidak juga, hanya butuh kesabaran dobel untuk dua kali jahit ^^. Yang bikin lega, jadinya tidak perlu mikirin obras dan neci hehehe. Ngomong-ngomong, kain motif bunganya sudah dibeli sejak spring sewaktu di Jepang, tapi baru semangat bikinnya sekarang. 

Hal lain yang ingin saya tulis berikutnya, sudah beda topik. Sebenarnya ingin cerita beberapa hal, tapi setelah ditulis panjang, akhirnya dihapus lagi. Hanya karena ingat komitmen ke diri sendiri untuk mengurangi curhat ke makhluk dan lebih baik mengadukan ke Allaah ‘Azza wa Jalla saja. 

Recharge energi itu perlu, termasuk dalam hal keimanan. Iman itu naik turun, kudu rajin-rajin di”isi ulang” biar tidak kehabisan di tengah jalan. Caranya, banyakin do’a minta petunjuk agar bisa selalu jaga keimanan, baca Qur’an, dengarkan kajian online (banyak banget lho pilihannya), baca buku agama, kurangi hal yang sia-sia dan datangi taman-taman surga (majelis ilmu).

Istiqomah itu berat. Butuh perjuangan. Butuh kesabaran dan keikhlasan. Banyak tantangan. Mengawali sesuatu itu mudah, tapi biasanya menjaga untuk tetap jalan itu susah.
Asalkan alasan semua hal karena Allaah, meski awalnya berat tapi biidznillaah akan ada pertolongan dari Allaah. Mengubah penampilan sesuai syariah, awalnya mungkin berat. Banyak godaan, banyak tantangan. Namun, kalau alasan berubahnya karena Allaah, harusnya akan ada semangat kuat untuk tetap berproses. Itu satu contoh saja, selebihnya banyak tentunya. 
Salah satu PR besar bagi saya adalah meninggalkan hal yang sia-sia karena godaannya itu ada saja, ya nafsu ya setan. Biidznillaah, semoga diberi kekuatan dalam proses ini. Menurut saya, kunci meninggalkan hal yang sia-sia, antara lain fokus ke diri sendiri dan tidak perlu urusai atau gampangnya ikut campur dengan urusan orang lain yang tidak membawa kebaikan kepada diri sendiri, targetkan ibadah sunnah sebagai tambahan ibadah wajib, manfaatin waktu seoptimal mungkin untuk mengejar ilmu bekal akhirat. Melarang orang lain itu biasanya lebih mudah daripada mengerem diri sendiri dari menuruti hawa nafsu. 
Belajar tentang zuhud dan qonaah juga tidak mudah. Apalagi bagi perempuan, biasanya lebih mudah tergoda untuk belanja barang yang mungkin tidak sebegitunya butuh. Ujung-ujungnya, numpuk saja dan sayang buat dibuang atau diberikan ke orang lain. Salah satu yang saya terapkan akhir-akhir ini, one in one out. Tidak boleh ada tumpukan gamis berlebihan di lemari pakaian. Ada yang masuk, harus ada yang keluar. Apapun caranya. Bisa dijual, bisa juga jadikan shodaqoh ke muslimah lain. Plus satu lagi, menetapkan hanya warna tertentu sebagai baju luaran, ternyata mempermudah “pengereman” hawa nafsu. Tidak ada deh yang namanya godaan “mau ganti baju baru lagi karena motif yang itu lagi hits”. Mau keluar rumah juga jadi lebih cepat, ga perlu mikir warna bajunya cocok atau tidak dengan kerudungnya. Monoton? Membosankan? Tak mengapa. Yang penting saya malah merasa bakal selalu matching, lha wong sewarna.  Baju rumahan juga sama saja sih prinsipnya, tidak butuh banyak-banyak. Toh biasanya kalau sudah nyaman, yang dipakai bakal “itu lagi, itu lagi” kan. 
Itulah “ngelantur” ala saya malam ini. Bingung bacanya? Sama >:D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s