Konsisten untuk tidak konsisten. 

Bingung kan? Sama, saya juga bingung. Namun, kenyataan ini banyak di kehidupan sehari-hari kita, termasuk saya sendiri tentunya. 

Kita kadang bilang bahwa kita berprinsip A, B, C hingga Z, (silakan pilih sendiri) dan berkata lantang, “Aku konsisten, tidak akan melanggarnya barang sekali pun.” Nyatanya? Iya sih, tidak sekali dilanggar, tapi dua kali, tiga kali, empat kali, berkali-kali. “Ya kan kali ini aja.” “Ya kan kali pengecualian.” “Ya kan hari ini capek, sesekali ga papa lah.” Ya kali lupa sudah bilang mau konsisten.

Manusia memang tempatnya khilaf dan lupa sih, tidak perlu dipungkiri lagi. Nah makanya, tidak usah sombong dengan bilang “tidak bakal ngelakuin” atau “tidak akan melanggar” sesuatu. Kita itu ya, sukanya ke orang lain bisa tajam, galak, tegas tapi ke diri sendiri penuh dengan permakluman dan kelonggaran. Amai to aimai. Kalau orang lain yang tidak sesuai dengan prinsip atau pendapat kita, ditegur lah, disindir lah, dikomentari negatif lah. Namun kalau diri sendiri yang melakukan hal sama, kenapa tidak ditegur sendiri? Kenapa tidak lantang bilang salah? Karena kita lupa (atau tidak sadar) bahwa orang lain mungkin tidak tahu dan tidak peduli dengan prinsip, kebiasaan, ataupun aturan hidup kita. So, be nice, keep calm & stay positive thinking. Speak good or remind silent ^^. 

*efek habis baca sesuatu yang menunjukkan perilaku bertolak belakang dengan pernyataan yang biasa digembor-gemborkan*

Advertisements

2 thoughts on “Meh! 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s